Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juli 2022

Independensi Media Massa Lokal Di Madura Selama Masa Kampanye Pemilihan Presiden 2019

        

Sumber Foto: Bisnis.com

        Media massa memiliki peran penting selama masa kampanye Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Sebagai alat komunikasi politik, media massa memiliki pengaruh kuat bagi publik. Fenomena tersebut menjadi komoditas pemberitaan pada media massa, baik lingkup nasional maupun daerah. Topik tentang pemilihan presiden menjadi tajuk berita utama di mayoritas media massa. Radar Madura, salah satu media cetak lokal di Madura, Bahkan beberapa kali menjadikan kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden sebagai tajuk berita utama. Netralitas dan independensi media massa pada masa kampanye kemudian perlu dikaji kembali. Berdasarkan fakta bahwa redaksi media massa bisa menentukan sudut pemberitaannya. Maka perlu dikaji untuk mengetahui makna pembingkaian berita. Analisis framing dengan pendekatan teori milik Pan dan Kosicky digunakan untuk mengkajinya. Hasilnya adalah ditemukan fakta bahwa Radar Madura telah melakukan pembedaan tema dan konsep pemberitaan kampanye calon presiden dan wakil presiden. Fakta tersebut merupakan representasi kecondongan redaksi terhadap salah satu calon Presiden dan Wakil Presiden.


Artikel lengkap silakan kunjungi jurnal AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam

Jumat, 08 Juli 2022

Bias Berita Pemilihan Presiden & Wakil Presiden di Media Massa Lokal Madura

        

Sumber foto: liputan6.com

        Keberpihakan media massa saat pemilihan umum merupakan hal yang jamak. Sebagai alat komunikasi politik, media massa memiliki pengaruh yang kuat bagi publik. Topik tentang pemilihan umum menjadi komoditas pemberitaan favorite. Baik lingkup nasional maupun daerah, mayoritas  media massa serentak menjadikan pemilihan umum sebagai berita utama. Seperti yang dilakukan oleh Radar Madura dalam masa kampanye Pilpres. Sebagai media massa lokal di Madura, Radar Madura menjadikan  kunjungan Capres & Cawapres ke Madura sebagai topik berita utamanya. Sejatinya pemilihan  topik berita  utama dan menentukan  sudut  pemberitaanmerupakan  kebijakan  redaksi. Namun  yang  terjadi  saat  ini  adalah  indikasi  keberpihakan  yang  berakibat  adanya  bias  pemberitaan. Oleh  sebab  itu  maka tujuan  penelitian  ini  adalah mengetahui bagaimana pembingkaian yang  telah dilakukan oleh Radar Madura. Penelitian akan berfokus pada berita utama harian Radar Madura di dua periode masa kampanye Pemilihan Presiden dan wakil Presiden, yakni pada 2014-2019 dan 2019-2024. Metode analisis yang digunakan adalah analisis framing, dengan pendekatan teori milik Pan & Kosicky. Hasilnya adalah  Radar  Madura  telah  berusaha  netral  dengan  tidak  menonjolkan  salah  satu  pasangan Capres &  Cawapres. Namun, kemudian ditemukan fakta bahwa Radar Madura telah melakukan pembedaan dalam membingkai berita kedatangan dua pasang Capres & Cawapres di Pulau Madura.

Artikel lengkap bisa diakses di laman jurnal KOMUNIKATIF

The Meaning of Madura Batik Patterns in a Review of Visual Communication, Culture, and Religiosity Elements

  Cultural acculturation and religiosity strongly influence the creation of Madura Batik. The pattern of batik motifs is interesting to stud...